10 tips menjual properti real estate terbaik untuk 2016

rumah dijual

Penjualan rumah keluarga tunggal akan naik lagi pada tahun 2016 dan harga penjualan rata-rata harus naik 3% sampai 5%. Sementara penurunan suku bunga KPR dan kekurangan ketersediaan rumah membuat pembeli akan mempertimbangkan untuk berlomba lomba membeli rumah saat ini.

Meskipun kenaikan harga dasar dalam konstruksi, persediaan rumah tetap rendah dan beberapa penawaran masih umum.

Sementara pasokan rumah beberaspa bulan terakhir dianggap kurang sebagai konsekuansi dari perlambatan ekonomi, sebagian besar pasar perumahan berada jauh di bawah standar penjualan seharusnya dan banyk di antara mereka mencoba untuk bertahan hidup dengan kondisi seadanya. Selain itu, faktor fundamental juga mendukung jauh lebih padat dari sekitar satu dekade lalu.

Dengan itu sebagai latar belakang, berikut adalah 10 tips untuk membeli dan menjual real estate di pada tahun 2016.

1. Pembeli: Jangan melampaui batas
Sebuah perang penawaran mungkin memacu Anda untuk menyebar uang, tetapi membayar harga yang sedikit lebih tinggi dapat membuat.

Sebuah keputusan untuk membayar premi tidak selalu satu bundel, meskipun, ketika Anda berencana untuk tinggal dalam jangka panjang di rumah. Fokus pada perkembangan situasi dan mencari  rumah yang sebanding di daerah tetangga dengan akses yang sama ke sekolah-sekolah dan fasilitas yang Anda inginkan. 

2. Penjual: Pengaruh hati anda, tetapi tidak bermain berlebih-lebihan
Jika Anda menetapkan harga dari 5% sampai 10% di atas pasar, Anda lebih cenderung untuk mendapatkan tawaran dengan nilai sebenarnya terhadap rumah Anda daripada Anda mulai lebih tinggi. Namun, jika rumah Anda memiliki kualitas yang lebih baik dari yang lain mungkin bisa menjadi nilai tawar tersendiri.

3. Pembeli: Bersiaplah, lebih awal, fleksibel
Apakah rumah terbaik masih mendapat dapat terjual lebih cepat? Maka jangan menunggu untuk membeli sampai anda mendapatkan pinjaman. Jauhkan surat persetujuan awal Anda, sebagai lawan surat prakualifikasi dasar, di belakangnya. 

Jika anda memiliki agen properti, anda bertanya kepada dia berapakah harga yang pantas untuk properti anda. Jika Anda dapat mengakomodasi penyelesaian cepat atau jangka pendek, kondisi sewa-kembali atau kurang kontinjensi dan kondisi, yang dapat membuat Anda menonjol ketika itu rumah impian yang tergantung pada keseimbangan.

4. Penjual: Cari tahu pembagian komisi agen Anda
Jumlah komisi yang berlaku di pasar real estate di Indonesia adalah 2% sampai 5%.

5. Pembeli: Membeli baru?

Dapatkan apa yang Anda bayar. Properti yang anda beli harus dapat memuaskan keinginan anda, jangan sampai anda menyesali atau bermasalah setelah anda membeli properti

6. Penjual: Tahu ruang berpengaruh Anda
Anda harus tahu ruang yang menjadikan anda mengambil sebuah keputusan untuk membeli rumah. Sebut saja misalnya ruang tamu yang bagus, ruang keluarga yang luas dan dapur yang terbuka. Karena dapur adalah jantung dari rumah, atau "ruang baru," membuat Anda nyaman. Menyembunyikan pembuat kopi dan pemanggang roti. Tambahkan sentuhan dekoratif sederhana untuk dinding di belakang wastafel.

7. Pembeli: Hati-hati biaya tersembunyi
Proses jual beli harus anda tahu. Anda tidak perlu mengerti sampai detail, cukup anda tau biaya apa saja yang akan timbul dalam transaksi jual beli proprerti, contoh:

  • BPHTB
  • Biaya AJB
  • Biaya PPJB
  • Komisi Agen
  • PNBP
  • Cek sertifikat
  • Zonasi
  • dll

8. Penjual: Pertimbangkan pengganti
Jangan terpaku hanya pada satu properti, carilah perbandingan. Anda mendapatkan beberapa penawaran di rumah Anda, dengan beberapa yang bertanya harga. Wow, itu cepat! Tapi bisa Anda menemukan rumah berikutnya dalam waktu dekat.

9. Pembeli: Carilah lingkungan terbaik
Cari yang dekat dengan pusat bisnis baru atausekolah, pasar modern, sarana transportasi umum dan lain lain. 

10. Penjual dan pembeli: Jangan memainkan permainan 
Ribuan calon penjual dan pembeli menderita atas bagaimana mereka dapat waktu penjualan mereka berikutnya atau membeli bertepatan dengan permainan penawaran atau sebut saja korban iklan. Hati hatilah, gunakan kata hati anda sebelum mengambil keputusan