Pasar Properti Lesu, Agen Properti Harus Kerja Keras

Rumah Dijual

Tahun 2015, perekonomian Indonesia mengalami pelemahan dan tumbuh melambat pada triwulan I, yaitu hanya 4,71 persen lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2014, yang tumbuh 5,01 persen. 

Ini merupakan sinyal negatif terutama buat pelaku bisnis agen property karena tingkat daya beli masyarakat menurun karena berkurangnya peminat properti baik yang dijual atau disewakan. Bagi sebagian orang yang terbiasa berinvestasi di properti, mungkin ini bisa jadi adalah sebuat sinyal positif karena inilah saatnya untuk meraup untung sebesar besarnya. 

Investor berusaha untuk mencari properti yang dijual dengan harga miring dan bahkan ada yang menawar properti jauh di bawah harga pasar dengan alasan banyak pilihan dan stok yang tersedia di pasar. 

Perlu di cermati juga, orang yang sudah terlanjur membeli properti di tahun 2014 dengan harga tinggi dengan harapan di tahun 2015 bisa mendapatkan untung yang lumayan dari selisih harga jual, mungkin mereka harus bersabar sejenak dan menunggu harga properti bergairah kembali.

Apa sumber masalah dari pelemahan ini? Sebagian berpendapat bahwa pemerintah belum sepenuhnya membelanjakan APBN 2015 dan ada juga yang berpendapat bahwa harga properti sudah terlalu tinggi sehingga perlu ada reses untuk menggairahkan harga pada tahun depan, bahkan ada yang berpendapat extrim, investor belum sepenuhnya percaya kepada janji Presiden Jokowi karena gonjang gajing dan kisruh yang terjadi antara partai politik dan pemerintah.

Apapun alasan itu, yang pasti dampak yang terasa oleh agen properti adalah menurunnya transaksi jual beli dan sewa properti terutama bagi agen properti yang selama ini membidik segmen di kalangan mengah atas. Untuk kalangan mengah kebawah mungkin tidak akan terlalu terasa karena mereka rata rata adalah kalangan pekerja dan jika mereka membeli rumah akan mendapat subsidi dari pemerintah.

Perlu di cermati oleh agen properti, saat ini pemerintah mengalihkan pandangan untuk mengembangkan kawasan timur Indonesia, sehingga apabila APBN sudah di serap pasar maka uang akan banyak beredar di kawasan timur Indonesia sehingga agen properti yang area pasarnya berada di kawaan barat dan tengah akan merasakan dampaknya yaitu berkurangnya transaksi jual beli dan sewa properti.

Apa yang harus di lakukan oleh agen properti? mereka harus bekerja keras dan kreatif dalam melakukan proses jual beli atau sewa, bahkan perlu sedikit keahlian tambahan untuk meyakinkan penjual dan pembeli. Siap dengan situasi ini? Siap tidak siap anda harus terima atau anda tersingkir.

 

Julizar