Potensi Bisnis di Kawasan Prestisius Cikarang

cikarang

Cikarang selalu memiliki cerita dalam perkembangannya. Berangkat dengan kekhususannya, yaitu kawasan industri dan pergudangan, Cikarang menjelma menjadi sebuah kawasan prestisius. 

Proyek apartemen dan perumahan  sudah berjalan di Cikarang. Pemicu naiknya permintaan apartemen dan perumahan di Cikarang disebabkan meningkatnya investasi yang masuk. Secara tidak langsung, para pekerjanya membutuhkan tempat tinggal yang tidka jauh dari rumah.

Meningkatnya populasi penduduk tentunya ikut menaikkan potensi bisnis di kawasan tersebut. Para penghuni tentunya membutuhkan pasar untuk membeli bahan kebutuhan sehari-hari, sekolah untuk anak-anaknya, rumah sakit untuk kontrol kesehatan, hingga trade center untuk memenuhi kebutuhan akan hal-hal spesifik.

Menurut Direktur PT. Jababeka Tbk Sutedja Sidarta Darmono, Cikarang pun dianggapnya sudah matang karena infrastruktur sudah lengkap dan memadai. 

"Sejauh ini, stagnansi di sektor properti tidak terasa di Cikarang. Justru, banyak properti di kawasan Cikarang tetap berjalan dan sesuai target," ujarnya.

Permintaan area komersial pun tak kunjung surut. Beberapa pengembang di Cikarang membuka penawaran untuk kawasan-kawasan bisnis. Jababeka salah satunya. Pengembang besar ini membuka kembali produk komersialnya melalui Trace 3.

Trace 3 merupakan kelanjutan dari kesuksesan Trace 1 dan Trace 2. Sutedja menganalogikan produk Trace 3 ini sebagai jilid terakhir dari sebuah rangkaian cerita trilogi. "Kalau di film atau buku, seri trilogi pasti muncul karena kesuksesan seri sebelumnya. Trace pun seperti itu. Setelah sukses menjual dua Trace sebelumnya kami membuka Tarce 3 karena ternyata permintaannya masih tinggi," terangnya.

Trace 3 merupakan ruko berlantai dua dengan luas mencapai 80 meter persegi dan memiliki luas mencapai 80 meter persegi dan memiliki tiga jenis fasad yang berbeda. Untuk memberikan diferensiasi produk, Trace akan berkonsep tidak seperti ruko biasanya. 

"Trace 1,2, dan 3 akan memiliki konsep seperti trade center, bukan seperti kompleks ruko kebanyakan. Jadi, di sana tidak akan bengkel atau material. Yang kami harapkan, produk seperti fashion, salon kecil atau rumah makan kecil yang masuk. Kelebihannya, setiap ruko akan memiliki parkir sendiri dan konsepnya tidak akan memiliki zona-zona. Semuanya dicampur untuk menciptakan keramaian," ujarnya.

Jababeka yakin bisa menjual 30 unit Trace 3. Keyakinan ini muncul karena kompleks komersial Trace berdiri di lokasi yang strategis. Trace akan dikelilingi sekitar 25 ribu rumah. Trace berada di Jababeka Green Market, dan di dekat sekolah Santo Leo dan Al-Azhar, President University, Rumah Sakit Permata, serta Plaza Indonesia Jababeka. 

Trace akan berpotensi  mendapat tambahan lalu lintas pengunjung dari luar Jababeka karena berada di jalur penghubung antara kota lama Cikarang dengan kota baru Cikarang. Lokasi dan konsep yang menarik ini membuat Trace 3 bisa menjadi pilihan berbisnis atau berinvestasi yang menarik. 

"Jika melihat Trace 1 dan Trace 2, harga jualnya sudah naik sekitar 30 persen sejak diluncurkan setengah tahun lalu. Kami yakin kenaikan investasi ini juga akan terjadi pada Trace 3," pungkas Sutedja. (IKLAN/VTO)

sumber : Kompas, Selasa 9 Juni 2015, halaman 7, info properti.