Investasi Rumah bekas atau second hand ternyata menguntungkan

Membeli rumah seken (second hand) tak akan membuat rugi. Malah, jika jeli memilih, hunian bisa jadi investasi menguntungkan, tapi ketelitian wajib jadi syaratnya.
Tentu, Anda tak perlu ikut memulai dengan angka miliaran rupiah untuk berinvestasi properti. Sama seperti investasi lain, Anda perlu menyesuaikan nilainya dengan kemampuan finansial. Jangan sampai peribahasa "mau untung malah buntung" menimpa Anda.

Berikut ini sejumlah tips untuk investasi properti, termasuk rumah tangan kedua

Lingkungan
Sebelum membeli rumah, pastikan Anda sudah menyusuri area sekitar hunian, katakanlah sambil berjalan-jalan santai. Penentu orang mau membeli rumah bukan hanya bangunan megah, interior dahsyat, atau pemandangan elok.

Ada banyak faktor yang menentukan harga jual kembali bangunan kelak tetap tinggi, seperti kemudahan akses ke jalan raya. Jika isi kantong belum mencukupi untuk membeli rumah yang memiliki jalur langsung ke ruas tol atau jalan utama, coba cari alternatif hunian dengan jarak sedikit lebih jauh tetapi punya kualitas jalan yang bagus.

Fasilitas sekitar rumah perlu jadi pertimbangan pula. Di dalamnya tercakup lokasi sekolah serta rumah sakit atau klinik terdekat, termasuk fasilitas kendaraan umum dari dan menuju area kantor. Kian lengkap sarana dan prasarana yang tersedia, harga rumah akan terus merangkak naik dengan sendirinya.

Faktor keamanan pun penting dicermati. Pastikan area sekitar hunian aman dan ramah untuk ditempati keluarga. Anda bisa mengobrol dengan penduduk setempat, misalnya di tempat makan kawasan itu, untuk menggali lebih banyak informasi. Keuntungan tambahannya, Anda bisa pula mengukur-ukur harga rumah yang pantas di area itu.

Bangunan

Kondisi bangunan pasti wajib diperiksa. Namun sebelum itu, ada baiknya Anda lebih dulu memeriksa dokumen rumah. 
Ya, teliti status kepemilikan rumah, izin bangunan dan tanah, juga riwayat finansial hunian. Jangan sampai bangunan itu punya tunggakan pajak atau malah jadi agunan ke bank.

Kalau dokumen beres, barulah kita bisa mulai berbicara kondisi bangunan. Rata-rata, hunian yang dirawat telaten akan tegak berdiri hingga 35 tahun. 

Namun, bila rumah idaman sudah berumur 15 tahun apalagi lebih, ada baiknya teliti tiap sudut konstruksi bangunan. Jika perlu, ajaklah kolega yang tahu seluk beluk konstruksi bangunan atau sewa kalangan profesional untuk itu.Kebanyakan rumah uzur memiliki masalah pada fondasi dan perbaikannya bakal makan banyak biaya. Tembok juga harus diperiksa, jangan sampai ada retakan-retakan berbahaya.

Lalu, cek pula kondisi atap bangunan, memastikan tidak akan bocor saat musim hujan. Intinya, jangan sampai harga beli rumah murah tapi biaya perbaikan membengkak.

comments powered by Disqus