Berita

gunung agung

Erupsi Gunung Agung Dan Dampak Pariwisata Bali

Erupsi Gunung Agung di Karang Asem Bali

Gunung Agung adalah salah satu gunung api tertinggi di provinsi Bali. Gunung Agung berketinggian 3.014 meter diatas permukaan laut (dpl) dan dipercaya sebagai tempat tinggalnya para roh leluhur masyarakat Hindu Bali. Semenjak bulan September 2017 Gunung Agung mulai menunjukkan eksistensinya dengan beberapa kali erupsi dan mengeluarkan awan panas. Banyak warga mengungsi terutama yang berdomisili di area rawan bahaya dengan radius 10km dari puncak gunung.

Banyak orang yang bergantung hidup di lereng Gunung Agung. Sumber pendapatan warga sekitar seperti petani, pedagang dan juga industri pariwisata nyaris lumpuh total. Salah satu objek wisata yang terkena dampak gunung agung adalah pura Besakih. Letaknya yang hanya beberapa kilometer dari puncak gunung agung.

Dampak negatif yang di timbulkan oleh erupsi gunung agung adalah di tutupnya badara internasional I Gusti Ngurah Rai. Semua penerbangan dari dan menuju Bali sempat mati total beberapa hari, meskipun saat ini sudah di buka kembali. Para turis lokal dan mancanegara tidak bisa kembali ke bali dan juga tidak bisa datang ke Bali.

Semenjak di erupsi gunung agung dan di tutupnya bandara internasional I Gusti Ngurah Rai, pariwisata bali nyaris lumpuh total. Berdasarkan pengamatan kami, tingkat hunian rata rata hotel hanya berkisar 10% sampai 30%. Bahkan di area tertentu ada yang menutup dan merumahkan karyawannya. Ada juga yang memanfaatkan moment ini untuk berbenah dan merenovasi fasilitas hotel. Seperti Hotel Equity Jimbaran memanfaatkan moment ini untuk menambah fasilitas di lantai 3 dan merenovasi kamar deluxe pool side.

Lalu sampai kapan kondisi ini akan berlangsung? tidak ada yang tau sampai kapan. Berdasarkan pengalaman tahun 1963, gunung agung mulai erupsi tahun 1961 dan baru meletus dua tahun kemudian. Pertanyaan saat ini, apakah gunung agung masih malu malu meletus? Semakin lama hal ini terjadi, semakin besar masalah yang akan di hadapi masyarakat Bali. Pengangguran akan memberikan kontribusi negatif terbesar dan jika itu terjadi akan sulit untuk mengembalikan keadaan seperti semula.

Semua hanya bisa berharap supaya gunung agung kembali tidur pulas dan membiarkan semua orang menikmati indahnya pemandangan gunung yang tersohor di pulau bali ini.

Ditulis oleh:

Julizar, SE., MM, CPA

 

Bagaimana kami bisa membantu anda?
Hubungi Kami Via WhatsApp
Hallo.. Bisa dibantu? Jam kerja kami Senen - Jum'at 08.30 - 17.00 Sabtu 09.00 - 15.00